Beras, Biodiesel, dan Bela Negara: Fondasi Indonesia Baru

Beras, Biodiesel, dan Bela Negara: Fondasi Indonesia Baru.

FKBNLAMONGAN.COM – Ketahanan pangan, kemandirian energi, dan semangat bela negara dinilai menjadi tiga pilar penting dalam membangun Indonesia yang kuat dan berdaulat di masa depan. Gagasan tersebut tergambar dalam tema “Beras, Biodiesel, dan Bela Negara: Fondasi Indonesia Baru” yang menekankan pentingnya sinergi antara sektor pertanian, energi terbarukan, dan karakter kebangsaan masyarakat Indonesia.

Program penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi beras nasional terus menjadi prioritas pemerintah. Di sisi lain, pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit juga dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi sekaligus memperkuat ekonomi nasional. Pemerintah bahkan terus mendorong implementasi biodiesel B50 sebagai bagian dari strategi menuju swasembada energi nasional.

Ketua Forum Kader Bela Negara (FKBN) Bakorda Lamongan, Muhammad Ferry Fadli, mengatakan bahwa konsep “beras, biodiesel, dan bela negara” bukan hanya slogan, melainkan arah perjuangan bangsa dalam menghadapi tantangan global.

Menurutnya, ketahanan pangan dan energi merupakan bagian dari pertahanan negara yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Bela negara hari ini bukan hanya bicara angkat senjata, tetapi bagaimana bangsa ini mampu mandiri dalam pangan, energi, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” ujar Muhammad Ferry Fadli.

Ia menilai, sektor pertanian harus menjadi perhatian serius karena beras merupakan kebutuhan dasar rakyat Indonesia. Ketika pangan kuat, maka stabilitas nasional juga akan semakin kokoh.

Keterangan: Gambar Ilustrasi FKBN.

Selain itu, pengembangan biodiesel berbasis sumber daya dalam negeri dinilai mampu menjadi solusi strategis menghadapi krisis energi global. Program biodiesel Indonesia disebut telah memberikan kontribusi terhadap pengurangan impor solar dan penguatan ketahanan energi nasional.

Muhammad Ferry Fadli juga menegaskan pentingnya membangun kesadaran bela negara di tengah generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan bangsa.

“Generasi muda harus memahami bahwa menjaga sawah, mendukung energi nasional, melawan korupsi, disiplin, dan mencintai produk dalam negeri juga merupakan bagian dari bela negara,” tegasnya.

Ia berharap semangat nasionalisme dan gotong royong terus diperkuat agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

“Jika pangan kita kuat, energi kita mandiri, dan rakyat memiliki semangat bela negara, maka Indonesia akan berdiri kokoh menghadapi tantangan dunia,” pungkasnya. (**)