Kajian Potensi Sektor Pertanian Kabupaten Lamongan terhadap Total Mata Pencaharian Penduduk

Kajian Potensi Sektor Pertanian Kabupaten Lamongan terhadap Total Mata Pencaharian Penduduk.

FKBNLamongan – Kabupaten Lamongan merupakan salah satu daerah dengan basis ekonomi agraris terkuat di Jawa Timur. Jika dilihat dari struktur ekonomi maupun lapangan pekerjaan masyarakat, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung utama perekonomian daerah.

1. Pertanian merupakan sektor ekonomi terbesar.

Pada tahun 2025, nilai PDRB Kabupaten Lamongan mencapai sekitar Rp56,11 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menyumbang sekitar 30,18%, menjadikannya sektor dengan kontribusi terbesar dibanding sektor lainnya.

Artinya, setiap Rp100 yang dihasilkan perekonomian Lamongan, sekitar Rp30 berasal dari sektor pertanian.

2. Pertanian merupakan penyerap tenaga kerja terbesar.

Data BPS menunjukkan bahwa lapangan usaha pertanian masih menjadi sektor pekerjaan terbesar masyarakat Lamongan. Walaupun proporsinya menurun dibanding satu dekade lalu, sektor ini tetap menempati urutan pertama dalam penyerapan tenaga kerja.

Dengan jumlah penduduk Lamongan sekitar 1,37 juta jiwa, diperkirakan:

  • Penduduk usia kerja: ±1,1 juta orang.

  • Angkatan kerja: sekitar 830 ribu orang.

  • Yang bekerja di sektor pertanian diperkirakan 250.000–300.000 orang, atau sekitar 30–35% dari seluruh tenaga kerja.

Ini berarti sekitar 1 dari setiap 3 warga yang bekerja di Lamongan menggantungkan penghasilannya pada sektor pertanian.

3. Efek berganda (Multiplier Effect).

Potensi pertanian jauh lebih besar daripada jumlah petaninya saja karena turut menggerakkan:

  • perdagangan hasil panen,

  • penggilingan padi,

  • industri pengolahan pangan,

  • pupuk dan pestisida,

  • alat dan mesin pertanian,

  • transportasi hasil panen,

  • UMKM pangan,

  • perbankan dan koperasi.

Dengan demikian, diperkirakan 40–50% aktivitas ekonomi masyarakat Lamongan masih memiliki keterkaitan langsung maupun tidak langsung dengan sektor pertanian.

4. Potensi pengembangan.

Lamongan memiliki keunggulan pada komoditas:

  • Padi

  • Jagung

  • Kedelai

  • Cabai

  • Bawang merah

  • Tembakau

  • Perikanan tambak (bandeng dan udang)

  • Peternakan sapi, kambing, dan ayam.

Kesimpulan.

Berdasarkan data BPS dan struktur ekonomi daerah, dapat disimpulkan bahwa:

  • 30,18% PDRB Lamongan berasal dari sektor pertanian.

  • Sekitar 30–35% tenaga kerja Lamongan bekerja di sektor pertanian.

  • Jika dihitung bersama sektor pendukungnya, sekitar 40–50% aktivitas ekonomi masyarakat Lamongan bergantung pada pertanian.

Dengan kondisi tersebut, sektor pertanian masih menjadi penggerak utama ekonomi Kabupaten Lamongan. Peningkatan produktivitas, hilirisasi hasil pertanian, pengembangan pertanian organik, dan modernisasi pertanian akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah. (**)